Rabu, 25 Januari 2012

AKUNTANSI Konsep Matching , Cash Basis , Accrual Basis , Penyesuaian Rekening, Neraca saldo , Neraca Lajur

AKUNTANSI 





Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Ida Sang Hyang Widdhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendakNya makalah ini dapat diselesaikan . dengan lancar dan tepat pada waktunya. Terima kasih kami haturkan kepada Ibu Dosen atas bimbingannya sebagai Dosen pada mata kuliah Akuntansi
Di zaman modern ini persaingan di bidang ekonomi sangatlah tinggi. Banyak perusahaan- perusahaan berkembang dan bersaing. Dalam suatu perusahaan laporan adalah hal yang sangat penting, karena lewat laporan perusahaan bisa mengevaluasi perkembangan perusahaannya.
Kami  sadar makalah yang saya buat ini, masih jauh dari kata sempurna Mohon maaf apabila ada ketidak sempurnaan dalam pembuatan makalah ini. Kami  adalah mahasiswa yang masih perlu banyak belajar. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami  harapkan, untuk  membantu kami  agar kelak tidak membuat kesalahan yang sama.


                                                                  Denpasar, 10  November 2011
                                                                                                                                        Penyusun,

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543. Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice". Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.



1.1  Tujuan
Tujauan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai mahasiswa STIKI msemester III terhadap tugas yang di berikan oleh dosen pada mata kuliah Akuntansi, dan juga sebagai bentuk partisipasi kami dalam perkembanagn dalam dunia pendidikan khususnya di bidang ekonomi




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Konsep Matching
Konsep matching atau Penyesuaian  merupakan dasar penyusunan Laporan Keuangan. Namun angka-angka yang terdapat di dalamnya belum menunjukkan keadaan keuangan yang sebenarnya dari suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan dalam praktiknya, perusahaan seringkali mengalami kejadian dimana pendapatan yang diterima melebihi waktu periode akuntansi untuk penyusunan Laporan Keuangan. Selain itu beban yang dikorbankan/dikeluarkan kadang tidak bersamaan dengan prestasi/hasil yang diterima. Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan, yang merupakan pedoman dalam melaksanakan pencatatan sampai pelaporan transaksi keuangan, pendapatan baru diakui sebagai pendapatan pada saat realisasinya yaitu pada waktu transaksi terjadi sehingga menimbulkan hak dan kewajiban. Pembebanan biaya sedapat mungkin dihubungkan dengan pendapatan yang dilaporkan dalam periode dimana pendapatan tersebut diakui.
Dengan demikian untuk dapat menghasilkan Laporan Keuangan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dan tidak melanggar Standar Akuntansi Keuangan yang dipedomani, diperlukan penyesuaian-penyesuaian terhadap pendapatan dan beban melalui Jurnal Penyesuaian. Dengan kata lain Jurnal Penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan saldo akun-akun Buku Besar ke saldo yang sesungguhnya, dan memisahkan pendapatan dan beban dalam periode-periode yang sebenarnya.
A.     Hal-hal yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian

Ada 2 kelompok transaksi yang memerlukan jurnal penyesuaian. Kedua kelompok tersebut adalah :
a.       Suatu transaksi yang sudah dicatat, tetapi perlu dikoreksi agar mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
1)      Perlengkapan
2)      Beban dibayar dimuka
3)      Pendapatan diterima dimuka
b.      Suatu transaksi yang sudah terjadi, tetapi belum dicatat.
1)      Beban yang akan dibayar
2)      Pendapatan yang akan diterima
3)      Penyusunan aktiva tetap

2.2  Cash Basis
Acrual Basis merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam akuntansi, dimana Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Dengan kata lain Akuntansi  Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cash basis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi. Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :
A.     Pengakuan Pendapatan :
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
B.     Pengakuan Biaya :
Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).
Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :
1.      Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis
·         Metode Cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
·         Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam penghitungan pendapatan.
·         Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas,sehingga benar-benar mencerminkan posisi yang sebenanya.
·         Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan.
·         Laporan Keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut.
·         Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih.

2.      Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

·         Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia.
·         Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas.
·         Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
·         Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).
·         Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban.
·         Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar.
·         Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas.

2.3  Accrual Basis
Basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.
Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:
A.     Pengakuan pendapatan :
Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.
B.     Pengakuan biaya :
Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep accrual basis ini.
Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis juga mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :
1.      Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis

·         Metode aacrual basis digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
·         Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpercaya.
·         Pendapatan  diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpecaya walaupun kas belum diterima.
·         Banyak digunakan oleh perusahan-perusahana besar (sesuai dengan Ketentuan Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akural).
·         Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.
·         Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.
·         Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum diterima dapat diakui sebagai pendapatan.
·         Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai pedoman manajemen dalam menentukan kebijakan perusahaan kedepanya.
·         Adanya pembentukan pencandangan untuk kas yang tidak tertagih, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.

2.      KelemahanPencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis
·         Metode aacrual basis digunakan untuk pencatatan.
·         Biaya yang belum dibayarkan secara kas, akan dicatat efektif sebagai biaya sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan.
·         Adanya resiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat mengurangi pendapatan perusahaan.
·         Dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi pendapatan perusahaan.
·         Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

2.4  Penyesuaian Rekening
Salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan adalah melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian. Pembuatan penyesuaian pada umumnya berkaitan dengan penentuan laba bersih perusahaan. Dalam penyesuaian akuntansi dikenal dua dasar yaitu dasar actual dan dasar tunai.
Dasar aktualadalah akuntansi mengakui pengaruh transaksipada saattransaksitersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang atau pengeluaran biaya maka transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau biaya tanpa memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan.
Dasar tunai adalah dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila telah terjadi penerimaan atau pengeluaran kas secara tunai
1. Tujuan Proses penyesuaian
·         Agar setiap rekening ril (khususnya rekening untuk aktiva dan utang) menunjukkanjumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
·         Agar setiap rekening nominal (rekening pendapatan dan biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

2. hal hal yang perlu di perhatikan
1. Piutang pendapatan : yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
2. Utang biaya : yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan.
3. Pendapatan diterima dimuka : yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi Sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan dating.
4. biaya diterima dimuka : yaitu biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankanpada periode yang akan datang.
5. kerugian piutang : yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tak dapat ditagih.
6. Depresiasi (penyusutan) : yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
7. Biaya pemakaian perlengkapan : yaitu bagian dari harga perlengkapan yang telah Dipakai selama periode akuntansi.

2.5  Neraca saldo
Neraca saldo ialah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap akun buku besar pada suatu saat tertentu.  Kapan neraca saldo itu disusun? Neraca saldo biasanya disusun pada akhir periode akuntansi, yang bertujuan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debet dengan saldo kredit. Untuk jelasnya Anda amati contoh neraca saldo berikut ini.  b Bentuk Neraca Saldo Neraca berbentuk suatu daftar yang di dalamnya berisi nama perusahaan (nama) Neraca Saldo, periode akuntansi, dan format dengan lajur (kolom) terdiri dari no. akun, akun, debet dan kredit.
Neraca merupakan pintu gerbang bagi saya untuk mengerti apa itu akuntasi karena dengan memahami neraca maka akan jauh lebih mudah untuk mengerti tentang hal-hal yang berkaitan dengan akuntansi seperti laporan laba-rugi, buku besar, neraca saldo, jurnal umum atau laporan perubahan modal dll. Artikel ini saya tulis ketik dengan tujuan agar ilmu saya tidak “karatan” dan semoga berguna bagi orang lain yang ingin memahami neraca, ini adalah pemahaman dan strategi yang saya gunakan untuk belajar akuntansi karena saya sendiri bukan seorang ahli akuntansi maka mohon dikoreksi jika ada kesalahan dan semoga berguna bagi yang membutuhkan
Neraca juga sering disebut sebagai laporan posisi keuangan atau balance sheet apakah neraca hanya diperlukan bagi perusahaan-perusahaan besar atau hanya bagi para praktisi akuntansi saja bagaimana dengan para profesional seperti pelaku usaha kecil dan menengah atau bahkan bagi pelaku bisnis online, apakah mereka tidak perlu memahami neraca kalau menurut saya, mereka perlu memahami neraca karena dengan memahami neraca mereka dapat mengetahui posisi riil keuangan mereka seperti berapa besar kas, modal, hutang, kewajiban, piutang, aset, depresiasi, aktiva dan pasiva dan yang terpenting adalah menggunakan informasi yang ada dalam neraca tersebut sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan, tapi tantangan selanjutnya adalah bagaimana cara membuat neraca bagi yang tidak mempunyai catatan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum atau sebuah skill yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan, ini bisa diatasi dengan menyewa seorang akuntan publik atau kalau terlalu mahal bisa menyewa jasa seorang akuntan yang telah berpengalaman untuk menyusun laporan keuangan, atau bisa dengan belajar sendiri cara membuat sebuah laporan keuangan sehingga bisa menyusunnya sendiri, karena sebuah bisnis tentu memerlukan sebuah sistem catatan keuangan yang bagus tidak memandang apakah perusahaan tersebut merupakan perusahan kecil, menengah, perseorangan, perusahaan publik, atau pelaku bisnis online.
A.     Neraca saldo saetelah penyesuaian


2.6  Neraca Lajur
Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas berlajur / berkolom yang digunakan dalam kegiatan dalam kegiatan akuntansi secara manual. Adapun kegunaan dari neraca lajur adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.Neraca lajur berisi semua informasi untuk laporan keuangan seperti saldo-saldo perkiraan sebelum jurnal penyesuaian , perkiraan-perkiraan jurnal penyesuaian dan saldo-saldo perkiraan setelah jurnal penyesuaian.  Dalam praktek penyelenggaraan akuntansi secara manual, laporan keuangan justru disusun terlebih dahullu sebelum keseluruhan tahap penyesuaian rekening diselesaikan, yang dimaksudkan sebagai sarana uji kebenaran. Dalam akuntansi secara manual dapat dilakukan dengan cara membuat neraca lajur. Neraca lajur memuat 6 bagian pokok yaitu : (1) neraca saldo, (2) penyesuaian, (3) neraca saldo setelah penyesuaian, (4) laporan perhitungan laba-rugi, (5) laporan perubahan modal/laba ditahan, (6) neraca
A.     Bentuk neraca lajur
Merupakan kelanjutan dari Neraca Saldo Setelah Disesuaikan, yaitu sbb:

Perusahaan " ABC"
Neraca Lajur
Untuk Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember xxxx

Nama Rekening

Neraca Saldo

Penyesuaian
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan

Laporan Rugi-Laba

Neraca
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit

















B.     Proses penyusunan neraca lajur

1.       Masukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur
2.       Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian
3.       Mengisi kolom neraca saldo setelah disesuaikan
4.       Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom rugi-laba atau kolom neraca
5.       Menjumlahkan kolom rugi laba dan kolom neraca, memasukkan angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan menjumlahkan kembali kolom-kolom tersebut



C.     Penyusunan laporan keuangan dari neraca lajur
Ÿ  Informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba telah tersedia di neraca lajur.
Ÿ  Laporan rugi-laba disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam kolom rugi-laba.
Ÿ  Neraca disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam kolom neraca.


A.     neraca lajur setelah penyesuaian
Bentuk umum neraca lajur: Rekening Neraca Saldo Penyesuaian Neraca saldo setelah penyesuaian Laba Rugi Neraca Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Lajur neraca saldo Informasi-informasi yang tercantum pada lajur neraca saldo adalah sama persis dengan neraca saldo. Jadi sebenarnya dengan menggunakan neraca lajur, neraca saldo dapat langsung dibuat pada neraca lajur , tidak perlu dibuat secara terpisah. Lajur jurnal penyesuaian Lajur ini berisi penyesuaian-penyesuaian. Jurnal-jurnal penyesuaian yang telah dibuat akan menyesuaikan perkiraan-perkiraan neraca saldo yang sudah ada. Untuk perkiraan baru yang timbul akan dituliskan dibawah perkiraan-perkiraan neraca saldo tersebut.
Lajur neraca saldo setelah jurnal penyesuaian Setelah dilakukan jurnal penyesuaian, neraca saldo akan memperkirakan semua perkiraan dan saldo-saldo yang terdapat dalam lajur ini, yang nantinya akan terlihat pada laporan keuangan. Untuk perkiraan-perkiraan neraca saldo yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian, langsungdipindah ke lajur ini, tetapi bagi perkiraan yang dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian, harus dihitung saldo perkiraan yang bersangkutan dan kemudian dipindahkan ke lajur ini. Lajur ini pada akhirnya harus dijumlahkan ke-2 sisinya . Sehingga kebenaran dan ketelitian dalam lajur ini dapat terjamin.

B.      Lajur Rugi-Laba
Lajur rugi-laba berisi semua perkiraan nominal, yang merupakan perkiraan yang akan dikelompokkan atau akan dimasukkan dalam laporan perhitungan rugi-laba. Selanjutnya kolom debit dan kredit dalam lajur rugi-laba dijumlahkan.Bila sisi kredit lebih besar sisi debitnya, maka perusahaan akan mendapat laba. Sebaliknya, bila sisi debit yang lebih besar dari sisi kredit, maka perusahaan menderita kerugian.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam Standar Akuntansi Keuangan dinyatakan bahwa Catatan atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijaksanaan akuntansi yang diterapkan; informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan SAK (PSAK) tetapi tidak disajikan di Neraca, Laporan laba rugi, Laporan arus Kas, dan laporan Perubahan ekuitas; serta informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian yang wajar.
         Catatan atas Laporan Keuangan, meliputi penjelasan naratif / rincian jumlah yang tertera dalam Neraca, Laporan L/R, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan komitmen.





0 komentar:

Poskan Komentar