Postingan

Menampilkan postingan dengan label SEPIRITUAL

HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

Gambar
HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama: manis. Agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali. Drs. I Gusti  Agung Gede Putra (mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galungan telah lama dirayakan umat Hindu di Indonesia sebelum hari raya itu populer dirayakan di Pulau Bali. Dugaan ini didasarkan pada lontar berbahasa Jawa Kuna yang bernama Kidung Panji Amalat Ras...

PURA ULUN DANU BATUR SONGAN KINTAMANI

Gambar
PURA ULUN DANU BATUR SONGAN KINTAMANI Pura Ulun Danu Batur di Songan, Sumber Kehidupan Bali ''MANGKE nemuaken apan manira ngamertaning wong Bali kabeh, tan paran mapinunas mertha ring parhyangan nira ring Hulun Danu, ngawe gemuh ikang rat'' . Itulah tertuang dalam kitab purana Pura Ulun Danu Batur di Songan. Berdasarkan prakempa pura itu membuat krama Bali berbondong-bondong melakukan yadnya di pura yang berlokasi di bibir timur Danau Batur tersebut. Selain pengempon pura (warga Songan), krama Bali termasuk sejumlah pejabat (bupati) sudah ngayah di Pura Kahyangan Jagat itu sebelum upacara Bhatara Turun Kabeh pada 19 September lalu. Ketua Panitia Pemugaran, I Kadek Ardi Negara, yang didampingi Dane Jro Gede Hulun Danu, mengatakan Ida Batara akan mesineb pada 29 September, tepatnya pada tengah malam. Pujawali dilaksakan setiap purnamaning Sasih Kapat. Dalam kitab purana, dijelaskan keturunan yang menjadi punggawa di wilayah Bali seperti Klungkung, Karanga...

PURA PUCAK PENULISAN KINTAMANI

Gambar
 PURA PUCAK PENULISAN KINTAMANI Hawa dingin menulang merajam tubuh siang itu, di kawasan Kintamani. Kabut tipis mulai turun, menyaputi pepohonan. Seorang pengendara sepeda motor menuju arah Tejakula, Buleleng Timur, berhenti di sebelah kanan jalan menuju Desa Sukawana-Singaraja-Kintamani. Wanita yang dibonceng turun, diam sejenak sebelum akhirnya menuju tempat suci di sebelah kanan jalan. Itulah Pura Puncak Panulisan. "Kami terbiasa bila pulang ke Buleleng lewat Kintamani, berhenti sejenak di sini," tutur Luh Putu Agustini, ibu dua putri dari Desa Pacung, Tejakula, itu. Pura Pucak Panulisan di Desa Sukawana, Kintamani, Bangli, memang kerap disinggahi orang-orang. Tak sebatas orang Bali, juga tetamu asing yang berkunjung ke Bali. Tempat suci berjarak kira-kira 70 km dari Denpasar ini memiliki banyak sebutan. Ada menamakan Pura Panarajon, ada pula menamai Pura Tegeh Koripan. Karena letaknya di Bukit Panulisan, orang-orang pun kebanyakan menyebut Pura Pucak ...

BELAJAR MERUBAH WUJUD ALA BALI

Gambar
BELAJAR MERUBAH WUJUD ALA BALI  Untuk mempelajari Ilmu Leak, haruslah ada kesiapan secara fisik dan mental.Ilmu Leak dapat dipelajari oleh semua kalangan dan sebaiknya telah diatas 15 tahun keatas atau telah menek bajang/truna. Persiapan belajar ngeleak; - restu dr orang Tua, khususnya dr Ibu dan sangat bagus bila dpt sungkem serta meletakan kaki ibu di kepala. - Matur piuning di sanggah Kemulan (Rong tiga) mohon restu dr para lelehur. -Matur piuning di Pura Dalem, bisa juga di Pura Rajapati/ulun Setra. Persiapan pd Guru Nabe. ada syarat tertentu yg biasanya dipersiapan oleh siswa pd mulai prosesi pengajaran berupa ritual . Belajar Leak Selem. Grand master Leak Selem adalah Durga,, penekun Leak ini menempatkan Durga sebagai sesembahan dan pusat panugrahan. 1, memilih hari baik; Kelion, Kajeng Klion. 2. Sesajen selengkapnya dan sanggah cucuk. 3. Pd hari yg baik tsb melakukan prosesi pembukaan semacan "inisiasi" di Kuburan. 4. Ngerasukan dengan Nengkleng (...

KEKUATAN DASA AKSARA

Gambar
Dasa Aksara yang merupakan 10 hurup suci sumber kekuatan alam Semoga tiada halangan. Ini merupakan wejangan yang teramat mulia, diceritakan dalam setiap tubuh manusia terdapat hurup – urup yang sangat disucikan, diceritakan pula bahwa Dewa - dewa dari hurup suci tersebut bersatu menjadi sang hyang ‘dasa aksara’. Dasa aksara merupakan sepuluh hurup utama dalam alam ini yang merupakan simbol dari penguasa alam jagat raya. Dari sepuluh hurup bersatu menjadi panca brahma (lima hurup suci untuk menciptakan dan menghancurkan), panca brahma menjadi tri aksara(tiga hurup), tri aksara menjadi eka aksara (satu hurup). Ini hurupnya: “ OM ”. Bila sudah hafal dengan pengucapan hurup suci tersebut agar selalu di ingat dan diresapi, karena ini merupakan sumber dari kekuatan alam semesta yang terletak didalam tubuh kita (bhuana alit) ataupun dalam jagat raya ini (bhuana agung) . Begini caranya menyatukan ataupun menempatkan sang hyang dasa aksara dalam badan ini. Yang pertama sang hyang...

LINGGA YONI

Gambar
Lingga Yoni   Oleh: GM Nurjana Berbagai literatur suci yang tergolong Weda dengan tegas menyebutkan bahwa LINGGA sebagai simbol BRAHMAN, Tuhan Yang Maha Esa dengan aksara dan suara “AUM” yang bergema menciptakan Pertiwi atau YONI, alam semesta langit dan bumi dengan segala ciptaan-NYA. RUU Pornografi menjadi UU Pornografi tanggal 30 Oktober 2008 oleh DPR - RI, memang tidak lagi memuat “Lingga dan Yoni” Sebagai materi seksualitas yang sempat diprotes oleh umat Hindu. Seluruh pasal 14 yang pada penjelasannya memuat “.... misalnya patung telanjang yang menggambarkan Lingga dan Yoni” sudah dihapuskan. Namun demikian kiranya perlu kita mengerti apa dan bagaimana yang disebut Lingga-Yoni menurut pengertian Hindu. Pengertian Lingga-Yoni Ada salah pengertian mengenai Lingga-Yoni, yaitu sebagai lambang alat reproduksi lelaki dan perempuan (pallus atau vagina): Kamus; Jawa Kuna Indonesia mendefinisikan: “Linga (skt) tanda, ciri, isyarat, sifat khas, bukti keterangn, petunjuk; ...

MAHA RSI MARKADEYA DAN SEJARAH BUJANGGA WAISNAWA

Gambar
SEJARAH SINGKAT MAHA RSI MARKADEYA DAN SEJARAH BUJANGGA WAISNAWA Terkait dengan Bujangga Waisnawa sampai masuk ke Bali, sejarahnya tentu harus ditelusuri. Ternyata, walaupun tidak khusus juga terdapat di buku catatan leluhur milik seorang keluarga Bujangga Waisnawa di Buleleng, karangan I Nyoman Singgih Wikarman tentang perjalanan Maharsi Markandya ke Bali. Perjalanan Beliau ke Bali pertama menuju Gunung Agung. Di sanalah Maharsi dan murid-muridnya membuka hutan untuk pertanian. Tapi sayang, murid-muridnya terkena penyakit, banyak di antaranya meninggal. Akhirnya Beliau kembali pulang ke pasramannya di Gunung Raung (Jawa Timur). Di sanalah Beliau beryoga, ingin tahu apa penyebab hingga bencana menimpa para pengikutnya. Akhirnya mendapat pawisik bahwa terjadinya bencana itu karena Beliau tidak melaksanakan upacara keagamaan sebelum membuka hutan tersebut. Setelah mendapat pawisik, Maharsi Markandya pergi kembali ke Gunung Tahlangkir (Tohlangkir) Bali. Kali ini mengajak p...